"Risang Wrahatnala" Sebuah pertunjukan wayang orang alternatif. Begitulah yang saya lihat dalam brosur pertunjukan yang sempat saya saksikan tadi malam (10 April 2009). Pada pertunjukan yang dibesut oleh pak Wahyu S. P. ini cukup menarik, pertunjukan yang berdurasi lebih dari 2 jam tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat yang tidak hanya sekitar Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta namun juga banyak kalangan di seputar Surakarta bahkan ada yang dari luar kota.
Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Pertunjukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertunjukan. Tampilkan semua postingan
Risang Wrahatnala; Sebuah pertunjukan wayang orang alternatif
"Risang Wrahatnala" Sebuah pertunjukan wayang orang alternatif. Begitulah yang saya lihat dalam brosur pertunjukan yang sempat saya saksikan tadi malam (10 April 2009). Pada pertunjukan yang dibesut oleh pak Wahyu S. P. ini cukup menarik, pertunjukan yang berdurasi lebih dari 2 jam tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat yang tidak hanya sekitar Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta namun juga banyak kalangan di seputar Surakarta bahkan ada yang dari luar kota.
Untuk SituGintung
Pada malam jumat 2 April 2009, di Teater Terbuka ISI Surakarta diadakan sebuah pentas amal untuk pengumpulan dana bagi para korban Situ Gintung. Pada pementasan tersebut terlibat beberapa kelompok dan dan UKM dari ISI Surakarta dan Komunitas Capoeira Mostra de Solonesse dimana kebetulan saya juga masuk didalamnya. Acara tersebut digagas oleh kawan kawan BEM ISI Surakarta. Acara tersebut cukup meriah, didukung oleh penampilan kelompok dari jurusan etnomusikologi, penampilan tari dari jurusan tari, serta grup dangdut dari UKM ISI Surakarta dan Capoeira.
Kelurahan Jebres Pelestari Budaya
Pada 6 Mei kemarin, saya mendapatkan tugas untuk merekam pertunjukan tari Lengger Calung pacar saya. Biasalah, seorang calon suami siaga yang musti stand by buat belahan hati... hehehee... Dalam hati saya terbersit, wah bakalan dapet traktiran nih, khan pentas biasanya dapet duit. Ternyata, pada pertunjukan kali ini ndak ada duitnya. Yah, ndak papa lah wong namanya juga sambatan (gotong royong alias kerja bakti), kerja bakti dalam rangka nguri-uri kabudayan.
Kembung Masuk Angin Nonton Wayang Orang
Wayang orangku, budayaku, kebanggaanku…..
Siapa lagi kalau bukan aku yang melestarikannya”
Begitulah tulisan yang ada di bagian belakang brosur pertunjukan wayang
orang yang saya tonton pada malam 18 april 2008 di Teater Besar ISI
Surakarta yang di persembahkan oleh Griya Budaya Titah Nareswari
Surakarta. Pada pertunjukan kali ini mereka mengetengahkan lako Cipta
Weninging Driya, yang mengisahkan pertapaan Arjuna sang lelalanging
jagat guna mencapai wahyu sejati dari pencipta jagad raya saat bertapa
di Indrakila. Jelasnya, dia tentu saja berhasil menuntaskan tapa
bratanya karena dia memang seorang satria utama. Dalam cerita itu
dikisahkan dia dianugerahi gendewa dari Bhatara Indra dan panah Pasopati
dari Bhatara Guru serta mendapatkanSupraba sebagai istrinya. Namun
sebelum mendapatkan semua itu tentu saja banyak godaan yang berat
seperti godaan para Bidadari, bahkan dari bayangan istrinya yang hendak
membunuh Abimanyu anaknya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



