Setiap waktu sahur, saya dan beberapa teman satu kos saya mempunyai kebiasaaan baru, yaitu nonton sinetron. Dan kini kami bisa disebut sebagai “pria-pria sinetron”, yaitu pria-pria penggemmar sinetron yang selalu menunggu tayangan sinetron. Sinetron yang kami tonton bukan sinetro-sinetron tentang kisah icnta remaja seperti kebanyakan yang ada di televise Indonesia, dimana didalamnya sama sekali tidak ada yang dapat diktakan bermanfaat selain “menghibur”. Dan menurut saya saja tidaklah cukup dikatakan sebagai tontonan yang layak tayang. Sebuah sajian di media massa seperti televise, setidaknya harus terdapat unsure mendidik, karena percaya atau tidak, sebenarnya televise merupakan salah satu unsur yang paling besar pertisipasinya dalam pembentukan kepribadian, pola piker bahkan gaya hidup suatu bangsa, oleh karena itu funsi pendidikan tidak boleh dilupakan bahkan dihilangkan.
Kembali kepada sinetron favorit kami sat sahur. Sinetron yang mampu menarik hati kami adalh Para Pencari Tuhan, sinetron ini penuh dengan dakwah, hiburan, pendidikan dan tidak lupa sindiran. Dalam sinetron ini dikisahkan tentang tiga orang yang dahulunya adalah “sampah masyarakat”. Kemudian berkeinginan untuk bertobat dan ditampung di sebuah mushola kecil. Pekerjaan mereka yang semula menjadi pencopet, Bandar narkoba dan pencuri motor berubah menjadi anak mushola yang pekerjaannya menjadi penjual bunga. Dan juga mereka diajari untuk menjadi seeorang pembunuh bayaran, dalam hal ini adalah jagal ternak.
Ketiga orang tersebut bukan merupakan tokoh sentral dalam sinetron, ada ustadz, takmir mushola, hansip, orang misakin, orang kaya dan lain sebagainya. Hal menarik dari sinetron ini adalah begitu menyentuh tanah dan tidak terlalu melayang seperti sebuah cerita khayalan. Sinetron ini tidak melulu menyajikan sosok suci pemuka agama seperti yang ada pada sinetron religi yang lain. Disini disajikan betapa manusia selalu mempunyai titik lemah dalam menjalani kehidupan. Namun juga tidak dihilangkannya pula sebuah upaya untuk menemukan kebenaran, jawaban akan sebuah persoalan yang dihadirkan dalan cerita sinetron ini. Disni juga dihadirkan perdebatan batin seorang manusia, meski itu seorang ustadz yang manusiawi, tidak seperti pada sinetron rligi lain yang selalu nampak suci dan bahkan sakti.
Penyajiannya cukup bagus, dimana ringan untuk dierima segala lapisan otak yaitu otak pintar dan yang agak gak pintar. Sinetron penuh pesan moral yang menurut saya cukup bagus. Apakah anda sepakat dengan saya ? nonton di SCTV tiap jam 3 pagi. Trus kasih pendapat ke saya, okle ?
Related :

Posting Komentar