KERETAKU YANG TAK KUNJUNG TIBA


Beberapa hari yang lalu saat saya hendak pulang ke kota saya, kota Patria alias kota Blitar, saya mengalami hal yang mengecewakan. Tapi herannya saya kok gak pernah kapok. Yang bikin saya tidak pernah kapok itu sebenarnya karena betapa bebalnya saya atau memang keadaan yang membuat saya tidak kunjung meninggalkan kejadian yang mengecewakan saya tersebut saya ndak tahu, soalnya kadang keduanya benar.

Cerita lengkapnya seperti ini, malam itu saya kangen sekali dengan keluarga saya yang ada di Blitar. Tapi dompetnya lagi cupet alias seret alias apalah sebutannya. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke stasiun Jebres, sesuai dengan petunjuk harga tiket, maka saya memilih naik kereta api karena harganya cuman Rp. 28.000. dan sesuai pula dengan petunjuk papan pengumuman jadwal kedatangan kereta yang menunjukkan bahwa kedatangan kereta api Matarmaja jurusan Malang, Mblitar, Mediun trus sampai Njakarta mungkin sekitar jam setengah satu pagi wayah lingsir wengi sampe di setasiun Jebres untuk balik lagi ke Malang

Maka sesuai petunjuk yang telah diberiken, saya datang tepat pukul 00.00 wib, supaya tidak terlambat. Setengah jam saya tunggu sambil ngelamun tapi kok belum datang juga. Akhirnya dengan bersabar saya menunggu lagi sambil melihat lihat keadaan. Tepat pukul satu malam saya tengok arah barat juga tidak nampak satu sepur pun. Akhirnya dengan setengah sabar saya menunggu sambil melihat para pedagang asongan yang sedang mengadu untung dengan berjudi, eh siapa tahu saya dapat ilmu dari mereka, bagaimana tho marahnya orang yang lagi kalah judi padahal hasil jual asongan ndhak banyak.

Baru jam setengah dua ada suara sepur dari barat, Alhamdulillah kereta cuman terlambat satu jam. Sedikit lebih cepat satu jam dari pada lagunya Iwan Fals yang bilang kereta terlambat dua jam itu sudah biasa. Tapi kok pak petugas jaga di PPKA ndak kasih pengumuman di sepeker ? eh ternyata sepur eksekutif. Akhirnya dengan sedikit sabar saya menunggu sambil beli rokok, eh siapa tahu habis tiga batang keretanya datang. Belum habis satu batang datang lagi kereta, batin saya bilang wah hebat gak perlu nunggu tiga batang ternyata sudah datang, eh ternyata sepur eksekutif lagi. Akhirnya dengan tidak sabar saya tinggal tidur di kursi tunggu, ndhak apalah sambil ngerasain apa yang dirasain sodara sodara kita yang tidak punya rumah dan harus tidur di bangku stasiun.

Kemudian saya terbangun denger suara sepur dan pengumuman dari pak petugas PPKA, dan ternyata luar biasa sepur datang tepat pukul 04.00 wib. Terlambat lebih dari tiga jam. Ternyaata mas Iwan Fals terlalu berbaik hati mengatakan dua jam terlambat itu sudah biasa. Kalo saya kira kira, tujuh dari sepuluh kali saya naik kereta api, hanya tiga yang tepat waktu. Apa mungkin ini sebenarnya keadaan seluruh persepuran di Indonesia saya ndak tahu tapi kok ya sering banget kaya gitu. Saya berjanji kalo saya jadi Presiden Republik ini saya bikin jadwal sepur ndak boleh telat, meski harganya murah tapi kepentingan penumpang yang diutamakan meski sepur ekonomi juga harus on time. Saat saya mau posting tulisan ini, saya dengar sepeker dari setasiun jebres kalo keretanya hamper datang, padahal sudah jam dua lebih.
Ngomong ngomong ada yang mau ndukung saya jadi Presiden ? tak jamin sepur ndak bakal telat lho !!

Related :

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © Blog e Mas Dhika. Blogger Templates Designed by OddThemes